JURNAL DESTILASI SEDERHANA PDF

In distillation, a mixture of subtances in the boil so that evaporated, and the steam is then cooled back into liquid form. Subtance that has a lower boiling point will vaporize first. The purpose of distillation experiment is to determine the speed and volalitas material. Distillation experiment principle is based on the theory that in a solution of each component will evaporate at its boiling point and the law roult that the vapor pressure of a particular component is comparable with pure vapor pressure multiplied by the mole fractions in the solution. The results of this distillation experiment is obtained the name of the sample is frutang solution, the color is orange from solution, the volume of original solution of 20 ml, boiling temperature of 83 C, the temperature drops 93 C, constant temperature 94 C, 10 ml volume of distillate, color Clear slightly yellow distillate.

Author:Shaktikasa Fezilkree
Country:Puerto Rico
Language:English (Spanish)
Genre:Love
Published (Last):9 July 2018
Pages:292
PDF File Size:5.34 Mb
ePub File Size:18.14 Mb
ISBN:784-7-38961-446-2
Downloads:97149
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kajihn



Teknik, Universitas Diponegoro Jln. Nur Rokhati, MT. Abstrak Nanochloropsis sp. Nannochloropsis sp. Oleh karena itulah penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan sumber bahan bakar alternatif yang berasal dari Nanochloropsis sp. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbandingan campuran solven methanol dan chloroform, waktu ekstraksi, suhu ekstraksi yang menghasilkan kadar lipid optimum pada Nanochloropsis sp.

Penelitian ini dilakukan dengan metode ekstraksi padat-cair menggunakan variabel campuran solven methanol dan chloroform. Sampel dalam bentuk serbuk kemudian diekstraksi sesuai dengan variabel yang ditentukan. Hasil ekstrak dipisahkan dari solvennya dengan metode destilasi dan dianalisa kandungan asam lemak bebasnya dengan titrasi volumetrik dengan titran NaOH 0,25N. Kata kunci : ekstraksi padat-cair, nanochloropsis sp. Nanochloropsis sp.

In order that this research is acted to get an alternative fuel source which derivative from Nanochloropsis sp. The objective from this research are to explain effect of comparison mixture of solvent ; time of extraction; and also temperature to get the best result extract of lipid from Nannochloropsis sp.

This research is acted with solid-liquid extraction methode which used mixture of solvent methanol and chloroform. The powder of Nannochloropsis sp. The extract is then purified with destilation methode and analyzed used volumetric titration methode with NaOH 0,25N.

Key words: solid-liquid extraction, nanochloropsis sp. Pendahuluan Dewasa ini bahan bakar fosil semakin menipis jumlahnya. Hal ini dapat dilihat dari jumlah produksi yang semakin kecil, namun tingkat konsumsi yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Dimulai pada tahun , konsumsi Penulis Penanggung Jawab Ir. Jurnal Teknologi Kimia dan Industri, Vol. Penurunan nilai produksi ini menyebabkan Indonesia harus mengimpor bahan bakar untuk memenuhi konsumsinya. Oleh sebab itu, pengembangan mengenai bahan bakar alternatif terus dilakukan, salah satunya adalah bahan bakar yang berasal dari mikroalga.

Indonesia yang beriklim tropis memiliki potensi yang baik bagi perkembangan mikroalga karena intensitas cahaya matahari yang cukup sangat diperlukan bagi perkembangannya. Kesadahan air yang sedang dengan keasaman air 7,4 — 7,8 sangatlah diperlukan. Pemanfaatan mikroalga jenis ini di Indonesia hanya sebatas sebagai pakan ternak ikan dan udang. Kandungan lipid dari Nannochloropsis sp. Lipid inilah yang merupakan senyawa dasar pembentuk bahan bakar.

Pengambilan lipid dapat dilakukan dengan ekstraksi menggunakan solven nonpolar mengingat lipid adalah senyawa nonpolar yang larut pada pelarut nonpolar. Metode Penelitian Bahan dan Peralatan Bahan-bahan yang digunakan untuk penelitian adalah , Nanochloropsis sp. Peralatan yang digunakan meliputi kertas saring bebas lemak, soklet, labu alas bulat, termometer, waterbath, ompor listrik, statif, klem, gelas ukur, pipet, oven, timbangan, labu destilasi, pipa penghisap, erlenmeyer, buret.

Gambar Rangkaian Alat Gambar 1. Rangkaian alat destilasi Cara Kerja Untuk proses ekstraksi : Sampel sebanyak 25 gr dibungkus dengan kertas saring bebas lemak, lalu diekstrak menggunakan solven chloroform dengan volume ml. Ulangi langkah-langkah tersebut sesuai dengan variabel yang ditentukan.

Setelah tidak ada lagi solven yang menetes pada erlenmeyer, proses destilasi dapat dihentikan. Untuk proses analisa : Menyiapkan alat titrasi berupa statif, klem, dan buret dan sebagai titrannya digunakan larutan NaOH 0,25 N. Kemudian tambahkan indikator PP sebanyak 2 — 3 tetes ke dalam sampel yang akan dianalisa. Sampel dianalisa dengan larutan NaOH 0,25N hingga terjadi perubahan warna dari kuning menjadi kehijau-hijauan.

Catat kebutuhan titrannya dan hitung besar angka asam dengan persamaan 3. Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Tabel 1. Pengaruh Penggunaan Solven terhadap Lipid yang Terekstrak Dari grafik dapat dilihat bahwa penggunaan solven methanol menghasilkan ekstrak yang lebih besar dibandingkan ekstrak yang diperoleh dari penggunaan solven chloroform.

Namun, ekstrak yang didapat kemungkinan besar bukanlah lipid melainkan air. Hal ini dikarenakan methanol merupakan bahan yang bersifat polar sehingga tidak dapat melarutkan lipid, yang bersifat non polar, secara optimum.

Sedangkan penggunaan solven chloroform hanya menghasilkan ekstrak lipid yang kecil karena meskipun chloroform bersifat non polar, akan tetapi di dalam sampel masih mengandung air dan chloroform tidak dapat mengikat air. Selain itu dapat dilihat pada angka asam lemak bebas untuk penggunaan solven methanol, chloroform, ataupun campuran keduanya. Angka asam pada penggunaan methanol menunjukkan angka rata-rata paling tinggi. Berdasarkan uraian di atas, maka sebaiknya penggunaan solven untuk menghasilkan ekstrak lipid yang optimum adalah dengan dicampur.

Methanol yang bersifat polar dapat mengikat air dalam sampel sedangkan chloroform yang bersifat non polar akan melarutkan lipidnya. Pengaruh Perbandingan Solven terhadap Lipid yang Terekstrak Dari grafik yang ditunjukan diatas maka perbandingan solven methanol dan chloroform yang menghasilkan ekstrak lipid yang paling optimum adalah Hal ini dikarenakan lipid adalah jenis senyawa organik yang bersifat nonpolar.

Karena nonpolar, lipid tidak larut dalam pelarut polar, seperti air atau alkohol, tetapi larut dalam pelarut nonpolar, seperti eter atau kloroform. Oleh sebab itu pada penelitian ini digunakan solven chloroform yang dapat melarutkan lipid dan keberadaan methanol sebagai solven polar digunakan untuk mengikat air. Semakin banyak solven non-polar yang ditambahkan maka luas permukaan kontak antara molekul- molekul solute dan solven makin besar pula sehingga molekul-molekul solute lebih mudah larut dalam solven.

Setelah perbandingan solven kenaikan ekstrak lipid tidak terlalu signifikan dan relatif stabil dan dapat dikatakan bahwa kemampuan solven untuk melarutkan solute sudah berkurang sehingga dengan penambahan solven lebih besar tidak efektif lagi. Grafik Pengaruh Waktu Ekstraksi terhadap Lipid yang Terekstrak Dari grafik yang ditunjukan diatas maka waktu ekstraksi yang optimum untuk mendapatkan lipid dalam Nanochloropsis sp.

Hal ini dikarenakan semakin lama waktu ekstraksi maka semakin lama pula kotak yang terjadi antara solven dengan sampel. Semakin lama kontak ini mengakibatkan semakin banyak lipid yang terkandung dalam sampel akan terlarut dalam solven sehingga ekstrak yang diperoleh semakin banyak.

Namun, pada waktu ekstraksi 4 jam kenaikan ekstrak lipid yang diperoleh tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan kenaikan pada waktu ekstraksi sebelumnya sehingga bisa dikatakan tidak efektif mengingat dengan semakin lama waktu ekstraksi maka biaya yang diperlukan akan semakin besar karena dibutuhkan energi yang lebih besar.

Gambar 8. Semakin tinggi suhu yang digunakan dalam ekstraksi maka kemampuan solute terlarut dalam solven akan semakin besar. Akan tetapi, penentuan suhu operasi perlu memperhatikan karakteristik dari bahan yang akan diektrak sehingga bahan tidak rusak.

Kesimpulan Penggunaan solven untuk menghasilkan ekstrak lipid yang optimum adalah dengan dicampur. Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih kepada Ir. Nur Rokhati, MT selaku dosen pembimbing penelitian, Staf laboratorium penelitian yang telah memberikan bantuan dan dukungan pelaksanaan penelitian ini.

Daftar Pustaka Carlsson, A. Erlina, S. Feinberg, D. Department of Energy, , Fessenden, R. Herry, S. Hibberd, Notes on the taxonomy and nomenclature of the algae classes Eustigmatophycea and Tribophyceae Synonym Xanthophyceae , Botanical Journal of the Linnean Society, , Hudaidah, S.

Nilsen, J. Sheehan, J. Srivastava, A. Tat, M. Toni, W. Uju, dan Wahyuni, M. Wepe, T.

ESPACIO DE BOGROS PDF

Pengertian Destilasi, Prinsip Kerja, Tujuan, Jenis dan Contoh Destilasi Terlengkap

Teknik, Universitas Diponegoro Jln. Nur Rokhati, MT. Abstrak Nanochloropsis sp. Nannochloropsis sp. Oleh karena itulah penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan sumber bahan bakar alternatif yang berasal dari Nanochloropsis sp. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbandingan campuran solven methanol dan chloroform, waktu ekstraksi, suhu ekstraksi yang menghasilkan kadar lipid optimum pada Nanochloropsis sp.

CASIO FISHING GEAR ILLUMINATOR AW-82 MANUAL PDF

Distilasi Adalah

Latar belakang Destilasi merupakan salah satu teknik pemisahan berdasarkan perbedaan titik didih. Macam-macam destilasi meliputi destilasi sederhana, destilasi bertingkat fraksinasi , destilasi uap dan destilasi vakum. Dua senyawa atau lebih yang memiliki perbedaan titik didihnya telah digunakan destilasi fraksinasi. Destilasi sederhana, pemisahan ini dilakukan berdasarkan perbedaan titik didih yang besar untuk memisahkan zat cair dari campurannya yang berwujud padat.

EDMOND COUCHOT PDF

Laporan Praktikum Destilasi Sederhana

Wadah labu distilat Destilasi Bertingkat Fungsi destilasi fraksionasi atau destilasi bertingkat atau destilasi berfraksi ini yaitu memisahkan komponen cair, dua atau lebih dari suatu larutan berdasarkan perbedaan titik didihnya. Pengaplikasian teknik destilasi ini yaitu di industri minyak mentah yaitu untuk memisahkan komponen yang ada dalam minyak mentah. Perbedaan antara destilasi fraksionasi dan destilasi biasa yaitu adanya kolom fraksionasi. Pada kolom tersebut terjadi pemanasan secara bertahap dengan suhu yang berbeda pada setiap platnya, Pemanasan yang berbeda bertujuan untuk memurnikan distilat yang lebih dari plat dibawahnya. Sifat fundamental destilasi ini yaitu dapat mendistilasi campuran senyawa di bawah titih didih di tiap-tiap senyawa campuran. Selain itu, distilasi ini juga bisa digunakan untuk campuran yang tida terlarut dalam air di semua temperatur, namun bisa didistilasi dengan air.

JOSEF PIEPER FOUR CARDINAL VIRTUES PDF

LAPORAN PRAKTIKUM DESTILASI

Latar Belakang Destilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap volatilitas bahan atau didefinisikan juga teknik pemisahan kimia yang berdasarkan perbedaan titik didih. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu. Prinsip destilasi adalah penguapan cairan dan pengembunan kembali uap tersebut pada suhu titik didih. Titik didih suatu cairan adalah suhu dimana tekanan uapnya sama dengan tekanan atmosfer. Cairan yang diembunkan kembali disebut destilat. Tujuan destilasi adalah pemurnian zat cair pada titik didihnya dan memisahkan cairan tersebut dari zat padat yang terlarut atau dari zat cair lainnya yang mempunyai titik didih cairan murni yang berbeda. Pada destilasi biasa, tekanan uap diatas cairan adalah tekanan atmosfer titk didih normal.

Related Articles