ILMU FARAIDH PDF

Anak perempuan 2. Anak perempuan dari anak laki-laki dst. Ibu 5. Ibu dari ibu terus ke atas pihak ibu sebelum berselang dari laki-laki 6.

Author:Kaganos Golar
Country:Hungary
Language:English (Spanish)
Genre:Marketing
Published (Last):11 October 2018
Pages:124
PDF File Size:19.69 Mb
ePub File Size:14.57 Mb
ISBN:730-6-11485-197-2
Downloads:82575
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Akinojin



Islam mengajarkan tentang pembagian harta warisan dengan seadil - adilnya agar harta menjadi halal dan bermanfaat serta tidak menjadi malapetaka bagi keluraga yang ditinggalkannya.

Dalam kehidupan di masyaraakat, tidak sedikit terjadi perpecahan, pertikaian, dan pertumpahan darah akibat perebutan harta warisan. Pembagian harta warisan didalam islam diberikan secara detail, rinci, dan seadil-adilnya agar manusia yang terlibat didalamnya tidak saling bertikai dan bermusuhan.

Dengan adanya system pembagian harta warisan tersebut menunjukan bahwa islam adalah agama yang tertertib,teratur dan damai. Pihak-pihak yang berhak menerima warisan dan cara pembagiannya itulah yang perlu kita pelajari pada bab ini. Pengertian Mawaris Kata mawaris berasal dari kata waris bahasa arab yang berarti mempusakai harta orang yang sudah meninggal, atau membagi-bagikan harta peninggalan orang yang sudah meninggal kepada ahli warisnya.

Ahli waris adalah orang-orang yang mempunyai hak untuk mendapat bagian dari harta peninggalan orang yang telah meninggal.

Ahli waris dapat digolongkan menjadi dua, yaitu ahli waris laki-laki dan ahli waris perempuan lihat QS:Al - baqarah : Karena sensitif atau rawannya masalah harta warisan itu, maka dalam agama islam ada ilmu faraid, yaitu ilmu yang mempelajari tentang warisan dan perhitungannya.

Salah satu dari tujuan ilmu tersebut adalah tidak terjadi perselisihan atau perpecahan. An Nissa:7 Dari hadits Rasulullah saw, ada yang menerangkan bagian warisan untuk saudara perempuan yang lebih dua orang, bagian nenek dari bapak dan dari ibu serta bagian cucu perempuan dari anak laki - laki dan lain-lain. Zaid bin sabit adalah sahabat Rasulullah saw. Ia masuk islam pada tahun pertama hijriyah dan menjadi sekretaris Rasulullah saw. Untuk menulis wahyu yang turun, menulis surat - surat untuk pembesar kaum yahudi serta menjadi penyusun mushaf di masa khalifah Abu Bakar As Siddiq.

Ibnu Majah dan Ahmad bin Hambal. Zawil Furud adalah ahli waris yang perolehan harta warisannya sudah ditentukan oleh dalil Al Quran dan Hadits lihat QS. An Nissa, 12, dan Anak pempuan tunggal 2. Cucu perempuan tunggal dari anak laki-laki 3. Saudara perempuan tunggal yang sekandung 4.

Suami apabila istrinya mempunyai anak atau cucu dari anak laki-laki 2. Dua orang anak perempuan atau lebih apabila tidak ada anak laki-laki menurut sebagian besar ulama 2. Dua orang cucu perempuan atau lebih dari anak laki-laki apabila anak perempuan tidak ada diqiyaskan kepada anak perempuan 3. Dua orang saudara perempuan atau lebih yang sekandung seibu sebapak 4. Nenek ibu dari ibu atau ibu dari bapak. Seorang saudara laki-laki atu perempuan yang seibu 7.

Apabila saudara kandungnya ada dua orang atau lebih, maka saudara sebapak tidak mendapat bagian Batalnya Hak Menerima Waris Sekalipun berhak menerima waris yang seseorang meninggal dunia, tetapi hak itu dapat batal karena hal - hal berikut ini. Tidak beragama islam.

Murtad dari agama islam. Ahli Hadits 4. Menjadi hamba. An Nahl Ketentuan Tentang Harta Sebelum Pembagian Warisan Pada saat jenazah telah dimakamkan, sebelum dilaksanakan pembagian warisan, pihak keluarga atau ahli waris terlebih dulu harus menyelesaikan beberapa hal yang ada sangkut pautnya dengan harta peninggalan, yaitu sebagai berikut: 1.

Memenuhi nazar jenazah ketika masih hidup dan belum sempat dilaksanakan. Misalnya, nazar untuk mewakafkan sebidang tanahnya, dan nazar untuk ibadah haji.

Didalam ilmu faraid, KPK disebut asal masalah. Asal masalah dalam ilmu faraid ada 7 macam, yaitu 2, 3, 4, 6, 8, 12, dan Contoh kasus 1. Ada seseorang perempuan meninggal dunia, ahli warisnya adalah bapak, ibu, suami, dua anak laki-laki, dan satu anak perempuan. Harta peninggalannya sebanyak Rp 1.

Berapakah bagian masing - masing ahli waris?

JACI BURTON THE TIES THAT BIND PDF

Buku Elektronik

Ilmu faraid adalah ilmu yang mempelajari tentang perhitungan dan tata cara pembagian harta warisan untuk setiap ahli waris berdasarkan syariat Islam. Keutamaan Belajar Ilmu Faraid Ilmu faraid merupakan salah satu disiplin ilmu di dalam Islam yang sangat utama untuk dipelajari. Dengan menguasai ilmu faraid, maka Insya Allah kita dapat mencegah perselisihan-perselisihan dalam pembagian harta warisan, sehingga orang yang mempelajarinya Insya Allah akan mempunyai kedudukan yang tinggi dan mendapatkan pahala yang besar disisi Allah swt. Allah swt sedemikian detail dalam menjelaskan bagian warisan untuk setiap ahli waris, yaitu dari seperdua, seperempat, seperdelapan, dua pertiga, sepertiga, seperenam, dan seterusnya berikut dengan kondisi-kondisinya yang mungkin terjadi. Di bawah ini adalah beberapa hadits Nabi saw. Ilmu ini adalah yang pertama kali akan dicabut dari umatku. Mereka melakukan hal ini karena anjuran Rasulullah saw.

JOHN RUSKIN SESAME AND LILIES SUMMARY PDF

Pengertian Ilmu Faraidh dan Keutamaan Belajar Ilmu Faraidh

Ilmu faraid adalah ilmu yang mempelajari tentang perhitungan dan tata cara pembagian harta warisan untuk setiap ahli waris berdasarkan syariat Islam. Keutamaan Belajar Ilmu Faraid Ilmu faraid merupakan salah satu disiplin ilmu di dalam Islam yang sangat utama untuk dipelajari. Dengan menguasai ilmu faraid, maka Insya Allah kita dapat mencegah perselisihan-perselisihan dalam pembagian harta warisan, sehingga orang yang mempelajarinya Insya Allah akan mempunyai kedudukan yang tinggi dan mendapatkan pahala yang besar disisi Allah swt. Allah swt sedemikian detail dalam menjelaskan bagian warisan untuk setiap ahli waris, yaitu dari seperdua, seperempat, seperdelapan, dua pertiga, sepertiga, seperenam, dan seterusnya berikut dengan kondisi-kondisinya yang mungkin terjadi. Di bawah ini adalah beberapa hadits Nabi saw. Ilmu ini adalah yang pertama kali akan dicabut dari umatku. Mereka melakukan hal ini karena anjuran Rasulullah saw.

Related Articles