ABSES GINGIVA PDF

Klasifikasi Abses Abses periodontal adalah suatu inflamasi purulen terlokalisir pada jaringan periodontal. Yang diklasifikasikan menjadi tiga golongan diagnostik, yaitu: abses gingiva, abses periodontal, dan abses perikoronal. Abses periodontal adalah suatu infeksi yang terletak di sekitar poket periodontal serta dapat mengakibatkan kerusakan ligamentum periodontal dan tulang alveolar. Abses perikoronal disebabkan oleh mahkota gigi yang erupsi sebagian. Abses periodontal Gambar

Author:Togore Dugrel
Country:Azerbaijan
Language:English (Spanish)
Genre:Technology
Published (Last):15 December 2009
Pages:373
PDF File Size:19.7 Mb
ePub File Size:18.53 Mb
ISBN:944-7-34666-661-9
Downloads:39252
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Sham



Mukosa merah dan kadang-kadang terlihat terlihat pucat Perkusi pada gigi yang terlibat terasa sakit Palpasi sedikit sakit dan konsistensi lunak, sudah ada fluktuasi 4. Stadium subkutan Pembengkakan sudah sampai kebawah kulit Warna kulit ditepi pembengkakan merah, tapi tengahnya pucat Konsistensi sangat lunak seperti bisul yang mau pecah Turgor kencang, berkilat dan berfluktuasi tidak nyata Gejala-gejala umum dari abses gingiva adalah : Gigi terasa sensitif kepada air sejuk atau panas.

Rasa pahit di dalam mulut. Nafas berbau busuk. Bagian rahang bengkak sangat serius. Suhu badan meningkat tinggi dan kadang-kadang menggigil Denyut nadi cepat atau takikardi Nafsu makan menurun sehingga tubuh menjadi lemas malaise Bila otot-otot perkunyahan terkena maka akan terjadi trismus Sukar tidur dan tidak mampu membersihkan mulut Pemeriksaan laboratorium terlihat adanya leukositosis PENATALAKSANAAN Satu-satunya cara untuk menyembuhkan abses gingiva adalah mengikuti perawatan gigi.

Dokter gigi akan mengobati abses dengan menggunakan prosedur perawatan abses gigi dalam beberapa kasus, pembedahan, atau kedua-duanya. Farmakoterapi Analgesik Abses gingiva sangat nyeri, tetapi dapat digunakan obat penghilang sakit analgesics , yang tersedia di potik, untuk mengurangi nyeri ketika menunggu perawatan dari dokter gigi.

Selalu membaca dan mengikuti informasi pada paket tentang berapa banyak untuk mengambil dan seberapa sering, dan hati-hati untuk penggunaan dosis maximum. Perlu diketahui bahwa obat penghilang sakit tidak bisa menyembuhkan abses gingiva.

Analgesics ini biasanya digunakan untuk penundaan perawatan abses gigi. Ikuti petunjuk di bawah tentang cara pemakaian analgesics dengan aman : Jangan memakai ibuprofen jika menderita asma, atau jika kamu mempunyai, atau pernah mempunyai ulcer gastric.

Jangan terlalu sering memakai obat penghilang sakit di satu waktu tanpa lebih dulu berkonsultasi dengan dokter, perawat, healthcare profesional lainnya. Ini dapat berbahayasebab banyak orang over-the-counter OTC produk berisi obat penghilang sakit serupa, seperti paracetamol atau ibuprofen dengan atau tanpa codeine, dan terlalu banyak kombinasi produk.

Ibuprofen dan paracetamol kedua-duanya tersedia dalam bentuk sirup untuk anak-anak. Untuk ibu hamil dan menyusui baik digunakan paracetamol Jika nyeri hebat. Antibiotics Antibiotik untuk abses gingiva digunakan untuk mencegah penyebaran infeksi, dan dapat dipakai bersama anaigesics painkiller.

Antibiotik seperti amoxicillin atau metronidazole dapat digunakan jika: wajah bengkak, ini menunjukkan infeksi atau peradangan menyebar ke area sekelilingnya. Daya tahan tubuh menurun, seperti orang yang telah di khemotherapi, atau seperti infeksi HIV positif, Peningkatan faktor resiko seperti diabetes millitus, dan resiko endocarditis.

Antibiotik tidak harus digunakan untuk penundaan perawatan gigi. Anda harus mengunjungi dokter gigi jika anda mempunyai abses gingiva B. Dental procedures Langkah utama yang paling penting dalam penatalaksanaan abses gingiva adalah incisi dibuka absesnya, dan didrainase nanah yang berisi bakteri. Prosedur ini pada umumnya dilakukan apabila sudah di anaestesi lokal terlebih dahulu, sehingga area yang sakit akan mati rasa.

Pada abses gingival, dokter gigi akan mengeluarkan nanah pus , dan secara menyeluruh membersihkan periodontal pocket. Kemudian melicinkan permukaan akar gigi dengan scaling dan garis gusi untuk membantu penyembuhan dan mencegah infeksi atau peradangan lebih lanjut C. Dalam beberapa kasus, infeksi abses gingiva dapat terulang bahkan setelah prosedur pembedahan. Jika ini terjadi, atau jika gigi telah pecah, mungkin perlu dipindahkan semuanya.

Berikut adalah penatalaksanaan berdasarkan stadium terjadinya abses : Stadium periostal dan sub periostal Dilakukan trepanasi untuk mengeluarkan nanah dan gas gangren yang terbentuk, kemudian diberikan obat-obatan antibiotika, anti inflamasi, antipiretika, analgesika dan roboransia.

Pencabutan gigi yang terlibat menjadi penyebab abses biasanya dilakukan sesudah pembengkakan sembuh dan keadaan umum penderita membaik. Dalam keadaan abses yang akut tidak boleh dilakukan pencabutan gigi karena manipulasi ekstraksi yang dilakukan dapat menyebarkan radang sehingga mungkin terjadi osteomyelitis. Infeksi kejaringan tulang osteomielitis mandibula atau maksila. Infeksi ke bagian tubuh lain menyebabkan abses serebral, endokarditis, pneumonia, dll.

Periksakan gigi anda rutin tiap 6 bulan sekali ke dokter gigi. Kurangi makanan yang manis dan yang kering. Bila sudah terjadi abses gingival, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membatasi nyeri dan tekanan pada abses gingiva, meliputi: Hindari makanan dan minuman yang terlalu dingin atau terlalu panas, Makan makanan lunak, Makan dengan menggunakan sisi yang berlawanan dari abses, dan penggunaan sikat gigi yang lembut dan serat halus seperti sutra di sekitar gigi yang sakit.

Minum obat pereda sakit bila perlu dan jangan menggigit pada gigi yang sakitt. Berkumur air garam hangat sehabis makan untuk membersihkan bagian tersebut Caranya: Masukkan garam kedalam air hangat, kumur-kumur dan diamkan sebentar air garam tersebut di dalam mulut. Ulangi beberapa kali. Apabila menjadi bentuk kronik, akan lebih sukar diterapi dan menimbulkan komplikasi yang lebih buruk dan kemungkinan amputasi lebih besar.

KISHOR TRIVEDI PROBABILITY AND STATISTICS WITH RELIABILITY PDF

Gum Abscess: Causes & Treatment [with Pictures]

Shady Salem A gum abscess is a collection of pus that forms in the gum. It is caused by a bacterial infection. Gum abscess may cause persistent pain, swelling, and other symptoms. Also, the pain may radiate to other areas, for example, the ear, jaw, and neck. If you have gum abscess, visit your dentist as soon as possible.

EURODESK MX9000 PDF

Mukosa merah dan kadang-kadang terlihat terlihat pucat Perkusi pada gigi yang terlibat terasa sakit Palpasi sedikit sakit dan konsistensi lunak, sudah ada fluktuasi 4. Stadium subkutan Pembengkakan sudah sampai kebawah kulit Warna kulit ditepi pembengkakan merah, tapi tengahnya pucat Konsistensi sangat lunak seperti bisul yang mau pecah Turgor kencang, berkilat dan berfluktuasi tidak nyata Gejala-gejala umum dari abses gingiva adalah : Gigi terasa sensitif kepada air sejuk atau panas. Rasa pahit di dalam mulut. Nafas berbau busuk.

Related Articles